Ikuti Kami
Lensa Biru

Harga Hyundai Ioniq 5 Bekas Terjun Bebas, Kini Mulai Rp 300 Jutaan!

Suhendra Permana | Lensa Biru
Rabu, 22 Apr 2026 11:12 WIB

lensaberita.site – Harga mobil listrik Hyundai Ioniq 5 di pasar mobil bekas mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka Rp 300 jutaan untuk unit tahun produksi 2022. Fenomena depresiasi yang mencapai 50 persen ini menjadi sinyal baru bagi dinamika pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia yang semakin kompetitif.

Fakta Utama Kendaraan

Hyundai Ioniq 5 merupakan pionir mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang dirakit secara lokal di Indonesia oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Saat pertama kali diluncurkan, mobil yang mengisi segmen Crossover menengah ke atas ini dibanderol dengan harga fantastis di rentang Rp 800 juta hingga Rp 900 jutaan.

Namun, memasuki tahun 2026, peta harga di pasar sekunder berubah total. Unit Hyundai Ioniq 5 bekas tahun produksi 2022 hingga 2024 kini banyak tersedia di berbagai platform listing dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada varian terendah, tetapi juga merambah ke varian tertinggi yang sebelumnya dianggap memiliki resale value yang kuat.

Spesifikasi dan Fitur Unggulan

Sebagai mobil yang dibangun di atas platform khusus EV bernama Electric Global Modular Platform (E-GMP), Hyundai Ioniq 5 menawarkan spesifikasi yang tetap relevan meski dalam kondisi bekas.

  1. Performa Mesin dan Baterai:

    • Varian Standard Range: Dibekali baterai berkapasitas 58 kWh yang mampu menghasilkan tenaga responsif untuk penggunaan harian di dalam kota.
    • Varian Long Range: Mengusung baterai lebih besar, yakni 72,6 kWh, yang menjanjikan jarak tempuh lebih jauh, mencapai lebih dari 400 km dalam sekali pengisian daya penuh.
  2. Teknologi dan Fitur:

    • V2L (Vehicle-to-Load): Fitur mutakhir yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik berjalan untuk perangkat elektronik eksternal.
    • Hyundai SmartSense: Paket fitur keselamatan aktif (ADAS) yang mencakup Forward Collision-Avoidance Assist, Lane Keeping Assist, hingga Blind-Spot Collision-Avoidance Assist.
    • Desain Futuristik: Tampilan eksterior dengan konsep Parametric Pixel yang tetap terlihat modern dan tidak ketinggalan zaman dibandingkan model-model terbaru.
  3. Kenyamanan Kabin:

    • Interior yang luas dengan lantai rata (flat floor) memberikan ruang kaki yang sangat lega. Penggunaan material ramah lingkungan pada kabin juga menjadi nilai tambah bagi konsumen yang peduli terhadap isu keberlanjutan.

Kronologi dan Detail Penurunan Harga

Penurunan harga Hyundai Ioniq 5 di pasar bekas mulai terasa signifikan dalam satu hingga dua tahun terakhir. Pada awal kemunculannya, unit bekas mobil ini sempat bertahan di angka yang tinggi karena antrean inden unit baru yang sangat panjang. Namun, seiring dengan normalnya suplai unit baru dan munculnya berbagai kompetitor EV baru di Indonesia, harga di pasar sekunder mulai terkoreksi tajam.

READ  Toyota Gandeng CATL Produksi Baterai Hybrid di Karawang, Investasi Rp 1,3 T!

Berdasarkan data pasar terbaru per April 2026, unit tahun muda (2024-2025) masih bisa menyentuh angka Rp 450 jutaan. Namun, untuk unit produksi awal (2022), harganya sudah merosot ke kisaran Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan. Ini merupakan koreksi harga yang cukup ekstrem bagi sebuah mobil yang belum genap berusia lima tahun.

Harga dan Varian di Pasar Bekas

Struktur varian Hyundai Ioniq 5 sangat memengaruhi harga jual kembalinya. Berikut adalah estimasi harga bekas berdasarkan pantauan di pasar otomotif nasional:

  • Varian Prime Standard Range (SR) & Long Range (LR):
    Varian ini merupakan tipe entry-level. Saat ini, unit Prime bisa ditemukan mulai dari Rp 270 juta hingga Rp 320 jutaan. Perlu dicatat, unit dengan harga di bawah Rp 300 juta umumnya merupakan bekas operasional perusahaan dengan jarak tempuh (odometer) tinggi, bahkan ada yang sudah menembus 80.000 hingga 100.000 km.

  • Varian Signature Standard Range (SR) & Long Range (LR):
    Sebagai varian tertinggi dengan fitur paling lengkap (termasuk Vision Roof dan kursi relaksasi), tipe Signature masih menjadi buruan utama. Harganya kini berada di kisaran Rp 350 juta hingga Rp 500 jutaan. Untuk unit dengan kilometer rendah dan kondisi istimewa tahun 2024, harga masih cenderung bertahan di atas Rp 450 jutaan.

Pernyataan dan Fakta Penting Industri

Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, memberikan analisis mendalam terkait fenomena ini. Menurutnya, depresiasi mobil listrik memang cenderung lebih agresif dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE).

"Dalam beberapa kasus, depresiasi mobil listrik bisa mencapai sekitar 50% dalam tiga tahun pertama," ujar Agung Iskandar dalam keterangan resminya. Beliau menambahkan bahwa Hyundai Ioniq 5 adalah contoh nyata di mana unit tahun 2022 yang dulunya berharga Rp 800 jutaan, kini sudah banyak beredar di angka Rp 350 juta hingga Rp 450 juta.

Selain faktor pasar, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan calon pembeli:

  • Isu ICCU: Beberapa unit secara global sempat mengalami masalah pada Integrated Charging Control Unit (ICCU). Calon pembeli wajib memastikan unit bekas yang diincar sudah mendapatkan pembaruan perangkat lunak atau recall resmi dari Hyundai.
  • Garansi Baterai: Kabar baiknya, Hyundai memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km, sehingga unit tahun 2022 masih terlindungi garansi pabrikan dalam jangka waktu yang cukup lama.
READ  Wuling Eksion Resmi Meluncur: SUV 7-Seater PHEV & EV, Harga Rp 389 Juta!

Dampak ke Pasar Otomotif Indonesia

Penurunan harga Hyundai Ioniq 5 bekas ini membawa dampak signifikan bagi ekosistem otomotif di Indonesia:

  1. Demokratisasi Mobil Listrik: Dengan harga Rp 300 jutaan, mobil listrik kelas atas kini bisa dijangkau oleh konsumen yang sebelumnya hanya mampu membeli mobil LCGC atau MPV kelas bawah.
  2. Tekanan pada EV Baru: Harga bekas yang rendah ini secara tidak langsung memberikan tekanan bagi pabrikan lain yang ingin meluncurkan mobil listrik baru di rentang harga yang sama, karena konsumen kini memiliki opsi mobil bekas kelas premium dengan harga terjangkau.
  3. Edukasi Konsumen: Fenomena ini mendidik konsumen bahwa nilai depresiasi EV perlu dipertimbangkan secara matang sebelum membeli unit baru, terutama terkait dengan perkembangan teknologi baterai yang sangat cepat.

Konteks Tambahan dan Tips Pembelian

Bagi konsumen yang tertarik meminang Hyundai Ioniq 5 bekas, ada beberapa pertimbangan krusial yang harus dipahami. Penggunaan mobil listrik sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pengisian daya.

Kenyamanan vs Adaptasi:
Di dalam kota, Hyundai Ioniq 5 menawarkan kenyamanan luar biasa karena kabin yang senyap dan torsi instan yang memudahkan manuver di kemacetan. Namun, untuk perjalanan luar kota, pengemudi perlu melakukan adaptasi. Konsumsi baterai pada kecepatan tinggi di jalan tol cenderung lebih boros, sehingga perencanaan rute dan lokasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) menjadi wajib.

Kesimpulan:
Apakah Hyundai Ioniq 5 bekas layak dibeli? Jawabannya adalah sangat layak dari sisi value for money. Mendapatkan mobil dengan teknologi mutakhir, fitur keselamatan lengkap, dan kenyamanan kelas atas di harga Rp 300-400 jutaan adalah kesempatan yang jarang terjadi. Namun, pastikan Anda memiliki akses pengisian daya di rumah (home charging) untuk memaksimalkan keunggulan efisiensi yang ditawarkan oleh mobil listrik ini.

Tentang Penulis
Suhendra Permana
Suhendra Permana