Ikuti Kami
Lensa Biru

Wuling Eksion Siap Guncang Pasar SUV, Ini Target Penjualan di 2026

Suhendra Permana | Lensa Biru
Minggu, 26 Apr 2026 18:56 WIB

lensaberita.site – Wuling Motors memperkuat dominasi pasar kendaraan listrik di Indonesia dengan meluncurkan Wuling Eksion, SUV tujuh penumpang yang mengusung teknologi BEV dan PHEV guna mencapai target pangsa pasar sebesar 2,5 persen sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil setelah pabrikan asal Tiongkok tersebut sukses memperkenalkan Wuling Darion sebagai bagian dari amunisi elektrifikasi mereka di tanah air. Kehadiran Wuling Eksion diharapkan menjadi pendongkrak volume penjualan di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat, terutama dengan masuknya berbagai merek baru di segmen kendaraan ramah lingkungan.

Fakta Utama Kendaraan

Wuling Motors secara resmi memperkenalkan Wuling Eksion sebagai model terbaru yang akan mengisi segmen Sport Utility Vehicle (SUV) berkapasitas tujuh penumpang. Mobil ini menjadi sangat krusial bagi portofolio Wuling karena menawarkan fleksibilitas teknologi mesin yang jarang ditemukan dalam satu model sekaligus.

Wuling Eksion hadir dengan dua opsi penggerak utama, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) murni dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Strategi menyediakan dua jalur elektrifikasi ini menunjukkan ambisi Wuling untuk menjangkau konsumen yang sudah siap beralih sepenuhnya ke listrik, maupun mereka yang masih membutuhkan mesin pembakaran internal dengan bantuan motor listrik untuk perjalanan jarak jauh.

Model ini menyusul kesuksesan Wuling Darion yang telah lebih dulu meluncur. Dengan penambahan Wuling Eksion, pabrikan yang berbasis di Cikarang ini kini memiliki lini produk yang lebih lengkap untuk bertarung di kelas SUV yang merupakan segmen paling gemuk di pasar otomotif Indonesia.

Spesifikasi dan Fitur Unggulan

Sebagai SUV tujuh penumpang, Wuling Eksion dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Indonesia yang mengutamakan akomodasi luas dan kenyamanan. Meskipun detail teknis mendalam mengenai kapasitas baterai dan output tenaga mesin PHEV-nya akan diumumkan secara bertahap, beberapa poin keunggulan telah terungkap.

Pada varian BEV, Wuling Eksion dipastikan membawa teknologi baterai terbaru yang mendukung pengisian daya cepat (fast charging). Sementara pada varian PHEV, mobil ini mengombinasikan mesin bensin efisien dengan sistem motor listrik yang memungkinkan mobil berjalan dalam mode full elektrik untuk jarak tertentu, sehingga sangat efektif menekan konsumsi bahan bakar di kemacetan kota besar seperti Jakarta.

Fitur keselamatan aktif dan teknologi bantuan pengemudi (ADAS) diprediksi akan menjadi standar pada model ini, mengingat reputasi Wuling yang selalu royal dalam menyematkan fitur canggih pada lini produk premium mereka. Ruang kabin yang lapang dengan konfigurasi kursi tiga baris menjadi nilai jual utama untuk menantang rival di kelas SUV menengah.

READ  Changan Siap Rilis 3 Mobil Baru di 2026, Deepal S05 Jadi Andalan

Kronologi dan Detail Penjualan

Memasuki kuartal pertama (Q1) tahun 2026, Wuling Motors mencatatkan performa yang cukup stabil namun penuh tantangan. Berdasarkan data retail sales atau distribusi dari dealer ke konsumen, Wuling berhasil mengirimkan sebanyak 3.643 unit kendaraan ke tangan pelanggan.

Angka tersebut menempatkan Wuling di posisi ke-12 dalam daftar merek mobil terlaris di Indonesia dengan raihan pangsa pasar sebesar 1,7 persen pada awal tahun ini. Kehadiran Wuling Eksion diharapkan menjadi katalisator untuk mengembalikan performa pasar mereka ke level yang lebih tinggi, sebagaimana yang pernah dicapai pada tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada sepanjang tahun 2025, Wuling berhasil mencatatkan performa gemilang dengan total pengiriman mencapai 20.607 unit. Hasil tersebut membawa mereka masuk ke posisi 9 besar merek mobil terlaris di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 2,5 persen. Target utama perusahaan tahun ini adalah mempertahankan angka 2,5 persen tersebut di tengah gempuran kompetitor baru.

Harga dan Varian

Hingga saat ini, Wuling Motors masih memonitor dinamika pasar sebelum menetapkan harga final untuk Wuling Eksion. Namun, dipastikan mobil ini akan tersedia dalam beberapa varian berdasarkan sistem penggeraknya:

  1. Wuling Eksion BEV: Varian listrik murni untuk konsumen yang mengejar efisiensi total dan bebas emisi.
  2. Wuling Eksion PHEV: Varian hybrid colok yang menawarkan fleksibilitas tanpa rasa khawatir akan jarak tempuh (range anxiety).

Kehadiran dua varian ini membuat Wuling Eksion memiliki posisi unik di pasar, karena jarang ada SUV 7-seater yang menawarkan dua opsi elektrifikasi sekaligus dalam satu nama model. Hal ini diprediksi akan membuat harga Wuling Eksion sangat kompetitif dibandingkan dengan SUV hybrid atau listrik dari merek Jepang maupun Korea Selatan.

Pernyataan Resmi Manajemen

Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengungkapkan bahwa pihaknya memilih untuk bersikap realistis namun optimis dalam menetapkan target tahun ini. Fokus utama perusahaan bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan yang agresif, melainkan menjaga stabilitas pangsa pasar.

"Pangsa pasar kita mencoba maintain di 2,5 persen, sama dengan tahun lalu," ujar Ricky Christian saat ditemui di wilayah Jakarta Selatan.

Ricky juga menambahkan bahwa kondisi pasar di kuartal kedua (Q2) 2026 diprediksi akan mengalami tantangan musiman. "Terutama di Q2 biasanya tren tahunan itu biasanya lebih rendah daripada Q1 karena sudah melewati masa libur, Lebaran, atau masa THR. Tapi kita berharap pasar bisa positif di Q2 dan juga bahkan Q3 dan Q4," tambahnya.

READ  Viral Suzuki XL7 Dinas DKI Pakai Pelat Palsu ke Puncak, Ini Kata Pemprov

Ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan domestik juga menjadi perhatian serius bagi manajemen Wuling. Faktor-faktor seperti fluktuasi nilai tukar mata uang dan perubahan tarif perpajakan membuat produsen harus lebih berhati-hati dalam menyusun strategi harga dan distribusi.

Dampak ke Pasar Otomotif dan Persaingan

Langkah Wuling meluncurkan Wuling Eksion secara langsung memanaskan persaingan di segmen kendaraan elektrifikasi. Salah satu tantangan terbesar datang dari sesama pabrikan Tiongkok, yakni BYD, yang menunjukkan pertumbuhan sangat pesat.

Data menunjukkan bahwa BYD telah berhasil merangsek masuk ke posisi 10 besar pasar otomotif nasional dengan raihan pangsa pasar mencapai 5,3 persen. Persaingan antara Wuling dan BYD ini mencerminkan pergeseran minat konsumen Indonesia yang mulai terbuka terhadap merek-merek baru, asalkan menawarkan teknologi tinggi dengan harga yang rasional.

Kehadiran Wuling Eksion di segmen SUV 7-seater juga akan memberikan tekanan bagi pemain lama yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal (ICE) konvensional. Dengan opsi PHEV, Wuling mencoba mengambil ceruk pasar konsumen yang ingin mencicipi teknologi listrik namun belum siap sepenuhnya meninggalkan bensin.

Konteks Tambahan: Tantangan Industri 2026

Meskipun ada tren kenaikan distribusi wholesales (pabrik ke dealer) sebesar 1,7 persen sepanjang kuartal pertama 2026, industri otomotif nasional masih dibayangi oleh berbagai faktor eksternal yang sulit diprediksi.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh Wuling Motors dan produsen lainnya meliputi:

  • Kenaikan Harga Bahan Baku: Harga plastik dan komponen material lainnya yang terus merangkak naik membebani biaya produksi.
  • Nilai Tukar: Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing berdampak langsung pada harga komponen impor.
  • Kebijakan Perpajakan: Perubahan tarif pajak kendaraan bermotor atau insentif kendaraan listrik yang dinamis sangat memengaruhi daya beli masyarakat.

Dengan strategi peluncuran Wuling Eksion dan Wuling Darion, Wuling Motors berupaya tetap relevan sebagai pionir kendaraan listrik di Indonesia. Keberhasilan mereka mempertahankan pangsa pasar 2,5 persen akan menjadi pembuktian apakah SUV elektrifikasi tujuh penumpang adalah jawaban yang tepat bagi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia di masa depan.***

Tentang Penulis
Suhendra Permana
Suhendra Permana