Ikuti Kami
Lensa Biru

Changan Siap Boyong Deepal S05 REEV ke Indonesia, Tembus 1.234 KM!

Sinta Utami | Lensa Biru
Jumat, 08 Mei 2026 19:32 WIB

lensaberita.site – Pabrikan otomotif asal China, Changan, resmi mengonfirmasi rencana peluncuran teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) di Indonesia melalui model Deepal S05 untuk mengatasi masalah range anxiety. Kendaraan inovatif ini menggabungkan motor listrik berperforma tinggi dengan mesin bensin yang berfungsi khusus sebagai generator, mampu menempuh jarak total hingga 1.234 km.

Fakta Utama Kendaraan Listrik Changan

Pasar kendaraan listrik di Indonesia akan segera kedatangan pemain baru dengan teknologi yang unik. Changan, melalui Changan Indonesia, berencana memperkenalkan lini produk REEV pertama di Tanah Air. Berbeda dengan mobil listrik murni (BEV) atau hybrid konvensional, teknologi REEV memposisikan dirinya sebagai jembatan bagi konsumen yang ingin beralih ke energi bersih namun masih khawatir dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya.

Model yang diprediksi kuat akan menjadi ujung tombak adalah Changan Deepal S05. Mobil ini masuk dalam kategori mobil listrik terbaru yang mengedepankan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan fleksibilitas perjalanan jarak jauh. Kehadiran Changan dengan teknologi ini menandai babak baru dalam kompetisi mobil listrik Indonesia, di mana efisiensi baterai berpadu dengan ketenangan pikiran berkat adanya sistem generator cadangan.

Spesifikasi dan Teknologi REEV

Secara teknis, Changan Deepal S05 REEV mengusung spesifikasi yang sangat kompetitif untuk pasar global maupun domestik. Jantung penggeraknya terdiri dari sistem range-extender 1.5L yang berfungsi sebagai penghasil daya sebesar 72 kW (97 hp). Perlu dicatat bahwa mesin bensin ini tidak terhubung ke roda, melainkan hanya bertugas mengisi ulang daya ke baterai EV.

Untuk performa gerak, mobil ini mengandalkan motor listrik belakang yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 160 kW (215 hp) dengan torsi puncak mencapai 320 Nm. Tenaga tersebut disuplai oleh paket baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 27,28 kWh. Dengan kombinasi ini, Deepal S05 mampu berakselerasi dari 0 – 100 km/jam hanya dalam waktu 7,9 detik, dengan kecepatan maksimum dibatasi pada 175 km/jam.

Fitur Unggulan dan Kemampuan Jarak Tempuh

Salah satu nilai jual utama dari Deepal S05 adalah fleksibilitas jarak tempuhnya. Dalam mode listrik murni, mobil ini dapat menempuh jarak sejauh 200 km berdasarkan standar CLTC. Angka ini sudah lebih dari cukup untuk penggunaan harian di dalam kota seperti Jakarta atau Surabaya tanpa perlu membakar bensin setetes pun.

Namun, keunggulan sesungguhnya muncul saat sistem REEV bekerja secara komprehensif. Dengan bantuan generator bensin, total jarak tempuh gabungan mobil ini melonjak drastis hingga 1.234 km. Selain itu, Changan telah menyematkan fitur fast charging yang sangat efisien. Pengguna hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk mengisi daya baterai dari 30% hingga 80%, sebuah angka yang sangat impresif untuk mendukung mobilitas tinggi.

READ  Pajak Mobil Listrik Tak Lagi Rp 0 di 2026, Simak Skema Insentif Barunya

Kronologi dan Detail Rencana Peluncuran

Rencana ekspansi ini diungkapkan langsung oleh CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, dalam kunjungannya ke kantor media nasional di Jakarta pada Kamis (7/7/2026). Setiawan menegaskan bahwa Changan ingin memberikan opsi yang lebih rasional bagi masyarakat Indonesia yang masih ragu sepenuhnya berpindah ke kendaraan listrik berbasis baterai murni.

Meskipun waktu peluncuran resminya masih dalam tahap persiapan, momentum ini dianggap sangat tepat mengingat tren mobil listrik yang terus meningkat di Indonesia. Changan melihat adanya celah pasar di mana konsumen membutuhkan sensasi berkendara EV yang halus dan instan, namun tetap memiliki "cadangan energi" saat harus melakukan perjalanan lintas provinsi seperti rute Jakarta ke Semarang atau Surabaya.

Harga dan Skema Subsidi Pemerintah

Hingga saat ini, harga resmi untuk Changan Deepal S05 REEV di Indonesia belum dirilis secara mendetail. Namun, sebagai gambaran, di pasar global model ini diposisikan untuk bersaing di segmen menengah ke atas. Mengingat statusnya sebagai kendaraan ramah lingkungan, Changan diharapkan dapat memanfaatkan skema subsidi kendaraan listrik atau insentif pajak dari pemerintah Indonesia untuk menekan harga jual agar lebih kompetitif.

Kebijakan pemerintah terkait Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang rendah untuk kendaraan rendah emisi diprediksi akan menjadi faktor kunci dalam penentuan harga Deepal S05. Jika berhasil masuk dalam skema insentif, mobil ini berpotensi menjadi penantang serius bagi brand-brand yang sudah lebih dulu eksis di pasar mobil listrik Indonesia.

Pernyataan Penting dari Pihak Changan

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menjelaskan bahwa teknologi REEV adalah solusi konkret bagi masalah psikologis pengemudi yang disebut range anxiety. "Kalau jarak pendek berarti kan 100 persen masih pakai baterai. Berarti mesin bensinnya nggak gerak. Kecuali lebih dari range baterainya baru engine nyala sebagai generator," ujar Setiawan.

Beliau juga menambahkan bahwa teknologi ini berfungsi sebagai jembatan (bridging) menuju era elektrifikasi penuh. "Kan ada sebagian orang, kalau EV kan lebih banyak di dalam kota. Kalau dia ke luar kota, bagi sebagian orang ada kekhawatiran. Bisa pergi, pulangnya ngecas di mana. Makanya dikeluarin REEV. Jadi pilihan ke customer. Jadi kalau jalan jauh ya nggak usah khawatir lagi," tegasnya.

READ  Pajak Mobil Listrik Bakal Tetap Gratis? Cek Biaya STNK BYD Atto 1 dan Denza D9

Dampak ke Industri dan Persaingan Pasar

Kehadiran Changan dengan teknologi REEV diprediksi akan mengubah peta persaingan kendaraan listrik di Indonesia. Selama ini, pasar didominasi oleh BEV (Battery Electric Vehicle) dan Hybrid konvensional. REEV menawarkan jalan tengah yang unik: sensasi berkendara 100% listrik tanpa ketergantungan mutlak pada charging station.

Langkah Changan ini kemungkinan besar akan memicu pabrikan lain untuk mempertimbangkan membawa teknologi serupa ke Indonesia. Persaingan tidak lagi hanya seberapa besar kapasitas baterai, tetapi seberapa efisien kendaraan tersebut dalam mengelola energi untuk perjalanan jarak jauh. Hal ini tentu menguntungkan konsumen karena memiliki lebih banyak pilihan teknologi EV yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka.

Infrastruktur dan Ekosistem Pendukung

Meskipun REEV memiliki generator internal, keberadaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) tetap menjadi bagian penting dari ekosistem ini. Changan tetap mendorong penggunaan pengisian daya eksternal agar pengguna bisa menikmati efisiensi maksimal dan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan menggunakan bensin.

Pemerintah Indonesia sendiri terus mempercepat pembangunan charging station di berbagai titik strategis, termasuk di rest area jalan tol. Dukungan infrastruktur yang semakin merata akan membuat pengguna Changan Deepal S05 memiliki fleksibilitas ganda: mengisi daya di SPKLU saat tersedia, atau mengandalkan generator internal saat berada di wilayah terpencil.

Konteks Tambahan: Menuju Net Zero Emission

Langkah Changan membawa Deepal S05 REEV sejalan dengan target global dan nasional untuk mencapai net zero emission. Walaupun masih menggunakan mesin bensin sebagai generator, emisi yang dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional karena mesin bekerja pada putaran (RPM) yang paling efisien dan stabil hanya untuk mengisi baterai.

Peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke energi ramah lingkungan memerlukan tahapan yang matang. Teknologi REEV dianggap sebagai salah satu solusi paling realistis untuk mempercepat adopsi mobil listrik di negara kepulauan seperti Indonesia, di mana tantangan geografis dan infrastruktur masih menjadi pertimbangan utama bagi calon pembeli kendaraan listrik.

Tentang Penulis
Sinta Utami
Sinta Utami