Ikuti Kami
Lensa Biru

Harga Pertamax Naik Rp 16.250, Cek Biaya Full Tank Avanza & Xpander

Suhendra Permana | Lensa Biru
Kamis, 11 Jun 2026 03:18 WIB

lensaberita.site – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026, yang berdampak langsung pada kenaikan biaya operasional kendaraan di Indonesia. Kenaikan harga yang cukup signifikan ini memaksa pemilik mobil populer di segmen Low MPV dan LCGC, seperti Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander, untuk merogoh kocek lebih dalam hingga ratusan ribu rupiah saat melakukan pengisian tangki penuh (full tank).

Fakta Utama Kenaikan Harga BBM Pertamina

Perubahan harga ini berlaku efektif mulai 10 Juni 2026 untuk wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen. Fokus utama penyesuaian ini menyasar dua produk unggulan Pertamina di kategori RON tinggi.

Pertamax (RON 92), yang sebelumnya dibanderol Rp 12.300 per liter, kini melonjak menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. Kenaikan ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan badan usaha milik negara tersebut mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Spesifikasi Kendaraan dan Kebutuhan Bahan Bakar

Kenaikan harga Pertamax menjadi perhatian serius bagi pemilik kendaraan modern di Indonesia. Secara spesifikasi, mobil-mobil keluaran terbaru, terutama yang telah memenuhi standar emisi Euro 4, sangat dianjurkan menggunakan bahan bakar dengan oktan minimal RON 92.

Mobil di segmen Low MPV seperti Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander dibekali mesin dengan rasio kompresi yang cukup tinggi. Penggunaan BBM dengan oktan di bawah spesifikasi (seperti Pertalite) berisiko menyebabkan gejala knocking (ngelitik), penurunan performa mesin, hingga konsumsi bahan bakar yang justru menjadi lebih boros dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemilik kendaraan di segmen ini umumnya tetap memilih Pertamax untuk menjaga durabilitas mesin.

Detail Biaya Isi Full Tank Mobil Sejuta Umat

Kenaikan harga sebesar Rp 3.950 per liter untuk Pertamax memberikan dampak yang sangat terasa pada total biaya pengisian tangki dari posisi kosong hingga penuh. Berikut adalah rincian simulasinya:

READ  Simulasi Cicilan Toyota Avanza 2026: Modal DP Tembus 80 Persen untuk Angsuran Rp 1 Jutaan

1. Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia
Dua model "sejuta umat" ini memiliki kapasitas tangki bahan bakar sebesar 43 liter.

  • Biaya Full Tank Pertamax: Sebelumnya Rp 528.900, kini menjadi Rp 698.750 (Naik Rp 169.850).
  • Biaya Full Tank Pertamax Green 95: Kini mencapai Rp 731.000 (Naik Rp 176.300).

2. Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross
Sebagai rival utama, Mitsubishi Xpander memiliki kapasitas tangki sedikit lebih besar, yakni 45 liter.

  • Biaya Full Tank Pertamax: Kini mencapai Rp 731.250 (Naik Rp 177.750).
  • Biaya Full Tank Pertamax Green 95: Kini menembus angka Rp 765.000.

3. Segmen LCGC (Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Calya, Sigra)
Meski masuk kategori mobil murah, regulasi pemerintah mewajibkan mobil LCGC menggunakan BBM minimal RON 92.

  • Toyota Agya & Daihatsu Ayla (Tangki 33 Liter): Biaya isi full tank kini mencapai Rp 536.250.
  • Toyota Calya & Daihatsu Sigra (Tangki 36 Liter): Biaya pengisian penuh kini menjadi Rp 585.000.

Pernyataan Resmi Pertamina Patra Niaga

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa langkah penyesuaian harga ini telah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan ekonomi.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth. Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis energi, kualitas layanan kepada konsumen, serta kepastian pasokan energi di seluruh pelosok negeri.

Dampak ke Pasar Otomotif Indonesia

Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang cukup tajam ini diprediksi akan memengaruhi dinamika pasar otomotif nasional. Ada beberapa tren yang kemungkinan besar akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan:

  1. Efisiensi Bahan Bakar Menjadi Prioritas: Calon pembeli mobil akan semakin kritis dalam melihat data konsumsi BBM sebuah kendaraan sebelum memutuskan pembelian. Fitur seperti Auto Start-Stop atau mode berkendara Eco akan menjadi nilai jual yang lebih kuat.
  2. Peningkatan Minat Mobil Hybrid (HEV): Dengan harga BBM yang semakin mahal, mobil dengan teknologi Hybrid seperti Toyota Innova Zenix Hybrid atau Suzuki Ertiga Hybrid diprediksi akan semakin diminati karena menawarkan efisiensi yang jauh lebih baik dibandingkan mesin bensin konvensional.
  3. Pergeseran ke Kendaraan Listrik (EV): Kenaikan harga operasional mobil bensin secara tidak langsung menjadi katalis bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Biaya pengisian daya listrik yang jauh lebih murah dibandingkan harga Pertamax per liter menjadi daya tarik utama bagi masyarakat urban.
READ  Biaya Isi Full Tank Toyota Fortuner dan Pajero Sport Tembus Rp 2 Juta

Konteks Tambahan: Pentingnya Memilih BBM yang Tepat

Meskipun biaya operasional meningkat, para pakar otomotif tetap menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak turun kasta ke BBM dengan oktan lebih rendah (RON 90). Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat menyebabkan penumpukan karbon pada ruang bakar.

Dalam jangka panjang, biaya perbaikan mesin akibat penggunaan BBM yang salah bisa jauh lebih mahal dibandingkan selisih harga pengisian Pertamax. Selain itu, penggunaan BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax Green 95 yang mengandung campuran etanol juga berkontribusi pada penurunan emisi gas buang, sejalan dengan upaya pemerintah menuju net zero emission.

Bagi konsumen, strategi mengemudi Eco-Driving kini menjadi kunci utama untuk menyiasati kenaikan harga BBM. Menjaga tekanan ban, menghindari akselerasi mendadak, dan melakukan servis rutin adalah langkah nyata yang bisa dilakukan untuk menjaga agar konsumsi BBM tetap efisien di tengah harga Pertamax yang kini menembus angka Rp 16.250 per liter.

Tentang Penulis
Suhendra Permana
Suhendra Permana