Ikuti Kami
Lensa Biru

Motor Listrik Emmo Diborong Proyek MBG, Intip Spesifikasi dan Harganya

Sinta Utami | Lensa Biru
Rabu, 08 Apr 2026 15:46 WIB

lensaberita.site – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengonfirmasi pengadaan puluhan ribu unit motor listrik Emmo untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Kendaraan ramah lingkungan ini akan menjadi tulang punggung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendistribusikan layanan ke berbagai wilayah.

Fakta Utama Kendaraan Listrik

Proyek ambisius pemerintah ini melibatkan merek pendatang baru di industri otomotif tanah air, yaitu Emmo. Motor listrik ini dipasarkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal dan telah terdaftar secara resmi dalam sistem pengadaan pemerintah.

Berdasarkan data terbaru, total pesanan untuk tahun anggaran 2025 mencapai 25.000 unit, dengan realisasi saat ini sebanyak 21.801 unit. Langkah ini menandai salah satu pengadaan kendaraan listrik massal terbesar oleh instansi pemerintah non-kementerian dalam satu periode anggaran.

Spesifikasi dan Teknologi

Meskipun merupakan pemain baru, Emmo menghadirkan dua varian utama yang disesuaikan dengan kebutuhan medan operasional di Indonesia. Kedua model tersebut adalah:

  1. Emmo JVX GT: Model ini mengusung desain motor trail (off-road) yang tangguh. Penggunaan model trail menunjukkan kesiapan pemerintah untuk menjangkau wilayah dengan infrastruktur jalan yang belum merata atau area perdesaan.
  2. Emmo JVH Max: Model ini hadir dengan desain skuter matik yang lebih modern dan ergonomis, sangat cocok untuk mobilitas di area perkotaan atau jalanan aspal yang padat.

Kedua unit ini telah dilengkapi dengan sistem penggerak listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang tidak menghasilkan emisi gas buang. Teknologi baterai yang digunakan dirancang untuk mendukung durasi operasional harian para petugas SPPG di lapangan.

Fitur Unggulan

Salah satu daya tarik utama dari motor listrik Emmo untuk proyek MBG ini adalah kustomisasi visualnya. Unit-unit yang diproduksi sudah dilengkapi dengan warna khusus dan decal logo Badan Gizi Nasional (BGN), memberikan identitas resmi sebagai kendaraan dinas operasional.

READ  Garansi Seumur Hidup Wuling Eksion: Strategi Baru Kuasai Pasar Mobil Listrik
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu

Dari sisi fungsionalitas, motor ini telah masuk ke dalam sistem katalog elektronik (e-katalog) yang dikelola oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Hal ini memastikan bahwa kendaraan tersebut memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah dan memiliki jaminan ketersediaan suku cadang serta layanan purna jual.

Kronologi dan Detail Pendaftaran

Kehadiran Emmo di pasar motor listrik Indonesia tergolong sangat baru. Berdasarkan data Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), desain industri untuk kedua model ini baru didaftarkan dan diterima pada akhir tahun lalu hingga pertengahan tahun ini.

Model Emmo JVH Max tercatat memiliki desain industri yang baru diterima pada 17 Oktober 2025, sedangkan model Emmo JVX GT diterima pada 22 Agustus 2025. Pendaftaran ini dilakukan di bawah nama pemohon PT Adlas Sarana Elektrik. Munculnya nama-nama baru ini menunjukkan dinamika industri EV di Indonesia yang semakin kompetitif dengan munculnya manufaktur lokal maupun distributor baru.

Harga dan Skema Subsidi

Pengadaan motor listrik ini dilakukan melalui platform Inaproc, yang memungkinkan instansi pemerintah melakukan pembelian langsung tanpa melalui proses tender yang panjang. Skema ini mengutamakan produk dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang memadai.

Meskipun harga retail untuk masyarakat umum mungkin bervariasi, pengadaan dalam jumlah besar (bulk buy) oleh Badan Gizi Nasional dipastikan mendapatkan harga khusus yang kompetitif. Penggunaan motor listrik dalam proyek ini juga sejalan dengan instruksi presiden mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional pemerintah.

Pernyataan Resmi Terkait Pengadaan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait simpang siur jumlah unit yang beredar di media sosial. Sebelumnya, sempat viral video yang menyebutkan angka 70.000 unit.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," tegas Dadan Hindayana dalam keterangannya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa pengadaan ini murni untuk mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas nasional.

READ  Pajak Mobil Listrik Tak Lagi Gratis? Simak Aturan Baru Permendagri dan Respon GAC Aion
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu

Dampak ke Industri dan Pasar

Langkah pemerintah memborong motor listrik Emmo memberikan sinyal kuat bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan populasi lebih dari 21.000 unit di jalanan sebagai kendaraan operasional, kepercayaan masyarakat terhadap reliabilitas motor listrik diharapkan akan meningkat.

Persaingan di pasar roda dua elektrik juga diprediksi akan semakin ketat. Brand-brand mapan kini harus bersaing dengan merek baru seperti Emmo yang berhasil mengamankan kontrak strategis pemerintah. Hal ini memicu inovasi harga dan teknologi yang lebih menguntungkan konsumen akhir.

Infrastruktur dan Ekosistem

Dengan penambahan puluhan ribu unit motor listrik baru, tantangan berikutnya adalah kesiapan infrastruktur pengisian daya. Pemerintah melalui PLN terus memperluas jaringan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan stasiun penukaran baterai.

Untuk operasional MBG, kemungkinan besar setiap kantor SPPG akan dilengkapi dengan fasilitas pengisian daya mandiri. Ini akan memperkuat ekosistem EV hingga ke tingkat kecamatan, yang pada akhirnya memudahkan masyarakat umum untuk beralih ke energi ramah lingkungan.

Konteks Tambahan: Menuju Net Zero Emission

Penggunaan motor listrik dalam program berskala nasional seperti Makan Bergizi Gratis bukan sekadar efisiensi anggaran, melainkan bagian dari strategi besar Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Peralihan dari kendaraan konvensional (BBM) ke kendaraan listrik di sektor publik diharapkan menjadi katalisator bagi sektor swasta dan individu. Dengan dukungan kebijakan fiskal dan insentif yang ada, tren otomotif Indonesia kini secara pasti bergeser menuju era elektrifikasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Tentang Penulis
Sinta Utami
Sinta Utami