Ikuti Kami
Lensa Biru

Mengenal ‘Ferrari Kuning’ Chongqing: Rahasia Ketangguhan Changan Eado di Jalanan Ekstrem

Suhendra Permana | Lensa Biru
Minggu, 19 Apr 2026 18:20 WIB

lensaberita.site – Kota Chongqing di China mendadak viral di kalangan pecinta otomotif global berkat kehadiran armada taksi ikonik yang dijuluki ‘Ferrari Kuning’, yang sebenarnya merupakan mobil sedan Changan Eado bertenaga listrik dan hybrid.

Fakta Utama Kendaraan

Fenomena ‘Ferrari Kuning’ di Chongqing bukanlah merujuk pada supercar asal Italia, melainkan julukan bagi armada taksi lokal yang didominasi oleh model Changan Eado. Mobil ini merupakan produk andalan dari pabrikan Changan Automobile, salah satu raksasa otomotif asal China yang bermarkas besar di kota tersebut.

Berada di segmen sedan kompak, Changan Eado terpilih menjadi tulang punggung transportasi publik di Chongqing karena durabilitasnya yang tinggi. Julukan ‘Ferrari’ disematkan oleh masyarakat setempat bukan karena logo kuda jingkrak, melainkan karena performa para sopirnya yang sangat agresif, lincah, dan memiliki keberanian luar biasa saat membelah kemacetan serta labirin beton di kota pegunungan tersebut.

Spesifikasi dan Fitur Unggulan

Secara teknis, armada taksi di Chongqing telah bertransformasi mengikuti tren global menuju elektrifikasi. Mayoritas unit yang beroperasi saat ini menggunakan pelat nomor berwarna hijau, yang menandakan bahwa kendaraan tersebut adalah Kendaraan Energi Baru (NEV), baik berupa mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) maupun Plug-in Hybrid (PHEV).

Changan Eado versi elektrik (sering dikenal sebagai Eado EV) dibekali dengan teknologi baterai yang mumpuni untuk menunjang operasional harian. Meskipun merupakan mobil harian, motor listriknya memberikan torsi instan yang sangat krusial saat harus menanjak di jalanan Chongqing yang berbukit-bukit.

Fitur unggulan lainnya meliputi:

Jangan Kaget! Di China Ada Taksi 'Ferrari Kuning'
  • Teknologi Ramah Lingkungan: Penggunaan mesin listrik murni atau hybrid yang menekan emisi di tengah kota padat penduduk.
  • Radius Putar yang Efisien: Memudahkan manuver di gang-gang sempit dan jalanan bertingkat yang menjadi ciri khas arsitektur Chongqing.
  • Kabin Ergonomis: Meskipun digunakan sebagai angkutan umum, aspek kenyamanan penumpang tetap terjaga dengan konfigurasi sedan yang stabil.
  • Sistem Pengereman Responsif: Sangat vital untuk menghadapi turunan tajam di wilayah pegunungan.
READ  Omoda O4 Resmi Debut: SUV Hybrid Futuristik Bergaya 'Gundam' & Fitur Gaming

Kronologi dan Detail Operasional

Chongqing dikenal sebagai "Kota 3D" atau "Kota Labirin" karena tata kotanya yang sangat kompleks, di mana jalan raya bisa berada di atas gedung atau bertumpuk hingga beberapa lapis. Dalam kondisi geografis yang menantang ini, armada taksi Changan telah beroperasi selama bertahun-tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari mobilitas warga.

Momentum kebangkitan julukan ‘Ferrari Kuning’ ini kembali mencuat saat Changan Automobile mengundang jurnalis internasional untuk melihat langsung kecanggihan teknologi mereka di markas pusat. Di sana, terlihat jelas bagaimana ribuan unit Changan Eado berkelir kuning menyala mendominasi setiap sudut jalan, menciptakan pemandangan yang seragam dan ikonik.

Harga dan Varian

Bagi masyarakat atau turis yang ingin merasakan sensasi menaiki ‘Ferrari Kuning’ ini, tarif yang dikenakan sangat terukur dan teregulasi dengan ketat. Berdasarkan data dari iChongqing Info, berikut adalah rincian biayanya:

  • Tarif Bawah (Flagfall): 10 RMB atau sekitar Rp 25.000.
  • Tarif per Kilometer: 2 hingga 3 CNY atau berkisar Rp 5.000 – Rp 7.000.

Meskipun harga unit kendaraannya tergolong terjangkau untuk segmen fleet, nilai operasionalnya sangat tinggi karena efisiensi energi dari sistem penggerak listrik yang diusungnya. Di pasar retail, Changan Eado hadir dengan berbagai varian, namun untuk kebutuhan taksi, spesifikasi yang dipilih biasanya mengutamakan daya tahan baterai dan kemudahan perawatan.

Pernyataan dan Fakta Penting

Arie Hermawan, Regional Deputy Chief of CHANGAN Automobile SEA, mengonfirmasi bahwa sebutan tersebut sudah menjadi legenda urban yang nyata di China. "Nih yang ikonik banget dari Chongqing. Biasanya disebut ‘Ferrari Kuning’," ujarnya saat menjelaskan fenomena tersebut.

Salah satu fakta unik yang paling sering dibicarakan adalah kemampuan sopir taksi ini dalam mengalahkan estimasi waktu di aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Baidu Maps. Di saat sistem GPS seringkali kebingungan membaca posisi kendaraan di jalanan Chongqing yang bertumpuk, para sopir taksi Changan ini sudah hafal di luar kepala setiap jalan pintas, membuat mereka seringkali sampai lebih cepat dari prediksi digital.

READ  Wuling Eksion Siap Guncang Pasar SUV, Ini Target Penjualan di 2026

Selain itu, terdapat aturan disiplin yang ketat meskipun gaya mengemudi mereka agresif. Armada ini hanya diperbolehkan mengangkut maksimal empat penumpang, sesuai dengan kapasitas standar mobil sedan, guna menjaga aspek keselamatan dan performa kendaraan.

Jangan Kaget! Di China Ada Taksi 'Ferrari Kuning'

Dampak ke Pasar Otomotif

Keberhasilan Changan Eado mendominasi pasar taksi di salah satu kota terbesar di China memberikan pesan kuat bagi industri otomotif global. Ini membuktikan bahwa mobil listrik buatan China tidak hanya unggul dari segi harga, tetapi juga memiliki durabilitas yang teruji di medan paling ekstrem sekalipun.

Persaingan di segmen sedan listrik untuk armada fleet semakin memanas, namun Changan berhasil mengamankan posisi dominan di "kandang" sendiri. Hal ini juga memperkuat citra brand Changan sebagai produsen yang mampu menciptakan kendaraan tangguh untuk penggunaan berat (heavy duty) seperti taksi yang beroperasi hampir 24 jam nonstop.

Konteks Tambahan dan Tren Global

Fenomena ‘Ferrari Kuning’ ini sejalan dengan tren global di mana perusahaan otomotif mulai melirik pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Changan Automobile sendiri telah menunjukkan minat serius untuk memperluas jangkauan pasarnya ke wilayah ASEAN.

Kehadiran armada taksi listrik di Chongqing bisa menjadi cetak biru (blueprint) bagi kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Bandung dalam mengimplementasikan transportasi publik ramah lingkungan. Dengan spesifikasi yang mumpuni untuk jalanan berbukit dan harga yang kompetitif, model seperti Changan Eado berpotensi menjadi penantang serius bagi dominasi brand Jepang di pasar fleet maupun retail di masa depan.

Penggunaan pelat nomor hijau pada taksi-taksi ini juga mencerminkan komitmen pemerintah China dalam mempercepat transisi energi, sebuah langkah yang saat ini juga sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia melalui berbagai insentif kendaraan listrik. Dengan reputasi "Ferrari Kuning" yang sudah mendunia, Changan memiliki modal branding yang kuat untuk masuk ke pasar internasional sebagai simbol kecepatan, ketangguhan, dan efisiensi teknologi masa depan.

Tentang Penulis
Suhendra Permana
Suhendra Permana